Tio Pakusadewo dan Tino Saroengallo Menggarap Film Kelahiran Pancasila

Sebuah proyek pribadi yang dikerjakan secara independen

Aktor kawakan Tio Pakusadewo menggarap dan membintangi film Pantja-Sila: Cita-Cita & Realita. Film doku-drama ini menampilkan Ir. Soekarno ketika berpidato pada sidang BPUPKI. Momen yang berlangsung pada 1 Juni 1945 itu kemudian dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila. Film yang pengambilan gambarnya berlangsung selama dua hari tersebut akan dirilis di berbagai bioskop pada 17 Agustus 2016.

Tio Pakusadewo membuat film ini dengan bantuan produser senior Tino Saroengallo, keduanya mewujudkan reka ulang pidato Ir. Soekarno ke dalam medium visual. Ketiadaan catatan fotografi maupun video mengenai pidato yang dilayangkan Ir. Soekarno pada sesi pertama persidangan BPUPKI menggugah keduanya untuk menuangkannya ke bentuk film. Film Pantja-Sila: Cita-Cita & Realita diadaptasi berdasarkan pidato Lahirnya Pancasila yang ditulis dalam buku Pedoman Menjalankan Amanat Penderitaan Rakyat.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (2/6) lalu, Tino Saroengallo menjelaskan proses pembuatan film ini, “Awalnya saya diajak ngobrol sama Tio sekitar November 2015, kita nggak punya dana, setelah cari kesana kemari, barulah Februari 2016 film bisa syuting.” Ia pun menceritakan kalau film ini tak bisa hadir tanpa bantuan banyak orang, “Pertama saya hubungi Yudi Datau (sinematografer), kemudian satu per satu teman yang lainnya diajak buat membantu. Syukurnya semuanya mau. Ketika jual filmnya juga kita nggak mau diatur, akhirnya ada perusahaan yang mau pre-buy tanpa kita janjikan apa-apa.”

Bagi Tio Pasukadewo film ini penting sekali untuk dibuat, “Aktor punya tanggung jawab bukan hanya kepada keluarga dan dirinya sendiri, tapi juga tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.” Lalu ia menambahkan, “Sudah lama saya ingin berperan sebagai Presiden Soekarno. Saya banyak membaca buku tentang beliau, lalu ketika saya membaca isi pidato ini, saya tergugah.”

Tino kembali menceritakan tentang latar belakang pidato tersebut, “Tidak ada arsip atau rekaman dari pidato Bung Karno tentang lahirnya Pancasila ini. Sehingga kita harus mereka ulang berdasaran materi naskah atau teks pidato yang ada.” Ia juga memberikan catatan penting, “Di film ini pidato Soekarno tentang Pancasila ini murni dari pemikiran dia sebagai cendekia, bukan bangsawan atau negarawan apalagi Presiden.”

Film garapan Jakarta Media Syndication dan Geppetto Productions ini turut dibintangi oleh Jantra Suryaman sebagai Ki Bagoes Hadikoesoemo, Wicaksono Wisnu Legowo sebagai R. Abikoesno Tjokrosoejoso, Teuku Rifku Wikana sebagai M. Yamin, Verdi Soleiman sebagai Liem Koen Hian.

Ivan Makshara
Sumber: Rollingstone Indonesia

URL: http://tinyurl.com/znldmpp

Pendapatmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *