Detil Film

Siapakah anak bangsa yang tak kenal Soekarno, Sukarno atau Bung Karno?

Soekano yang mana yang dikenal oleh generasi awal Republik Indonesia? Soekarno sang proklamator yang kemudian menjabat sebagai Pemimpin Besar Revolusi sekaligus presiden seumur hidup?

Soekarno yang mana yang dikenal oleh generasi Orde Baru? Bung Karno yang mana yang dikenal oleh generasi pasca Reformasi?

Soekarno atau Bung Karno yang adalah ayah dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri? Bung Karno yang ditampilkan dalam film layar lebar beberapa tahun belakangan ini?

Film dokumenter berjudul “Pantja-Sila: Cita-cita & Realita” adalah gagasan aktor senior nasional Tyo Pakusadewo yang didukung oleh produser senior Tino Saroengallo. Bersama-sama mereka bertanggung-jawab sebagai sutradara.

Apakah film ini adalah film biopik tentang riwayat hidup Soekarno atau Bung Karno seperti film “Ketika Bung Di Ende” (Viva Westi, 2013) atau “Soekarno: Indonesia Merdeka” (Hanung Bramantyo, 2013)?

Bukan!

Melalui film ini Tyo Pakusadewo ‘membunyikan’ kembali Pidato Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPU-PK) pada tanggal 1 Juni 1945. Pidato yang kemudian dicatat oleh sejarah sebagai pidato kelahiran Pancasila dan tanggal 1 Juni kemudian secara resmi dinobatkan oleh pemerintah sebagai Hari Lahir Pancasila.

Melalui film ini, anak bangsa yang hidup dalam abad ke-21 bisa mendengar kata per kata isi pidato yang dibacakan oleh Soekarno (tanpa membaca teks) di depan Sidang BPU-PK pada tanggal 1 Juni 1945. Dibacakan spontan dari untaian kata yang sudah terbentuk belasan tahun di dalam benaknya itu.

Anak bangsa bisa mendengarkan cita-cita besar dasar didirikannya Indonesia merdeka meskipun sampai sekarang belum dicapai oleh masa pemerintahan manapun dalam 70 tahun perjalanan Republik Indonesia merdeka.

Dengan menonton film ini anak bangsa yang justru tumbuh di era pasca-reformasi bisa melihat kenyataan pahit dari perjalanan 70 tahun Negara Indonesia merdeka yang justru masih jauh hasilnya dari yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.

Melalui film ini diharapkan generasi muda untuk mengenal cikal bakal dari “Pantja-Sila” yang dalam perjalanan sejarah mengalami beberapa kali perubahan susunan isi, menyesuaikan diri sebagai Dasar Negara sesuai dengan perkembangan jaman.

Meskipun ada perubahan besar selama masa pemerintahan Jokowi saat ini namun masa pemerintahannya belumlah lama sehingga perubahannya belum bisa dianggap signifikan ketimbang yang sudah terjadiselama masa pemerintahan sebelumnya.

Inilah alasan utama dari pembuatan film “Pantja-Sila: Cita-cita & Realita”. Peran utama dalam film ini adalah “Isi Pidato Ir. Soekarno” itu sendiri. “Cita-cita” dalam judul mencerminkan berbagai hal yang dijabarkan oleh Soekarno dalam pidatonya. “Realita” mencerminkan berbagai realita pahit hidup berkebangsaan yang tidak sama dengan apa yang dicita-citakan pada saat Indonesia merdeka namun tetap menjadi tujuan Dasar Negara Pancasila itu sendiri.

Selain itu, film juga akan menampilkan foto-foto tokoh sejarah yang disebut oleh Soekarno saat berpidato. Foto tokoh-tokoh masa lampau. Dengan penampilan ini diharapkan wajah-wajah itu tidak hanya disegarkan dalam ingatan generasi tua yang menonton film ini, tetapi juga menjadi dikenal oleh penonton muda.

Mengingat bahwa tidak ada rekaman dari pidato tersebut, semoga film ini bisa mengisi kekosongan keping sejarah berdirinya bangsa Indonesia.

Judul : Pantja-sila: Cita-cita & Realita
Durasi : 80 menit
Genre : Dokumenter (re-enactment)
Jenis Film : Film Berwarna
Bahasa : Indonesia
Pemeran Utama : Tyo Pakusadewo
•    Realita: Berapa persen warganegara Republik Indonesia yang pernah membaca naskah pidato Lahirnya Pancasila? Sangat sedikit. Apalagi mendengar pidato itu sendiri, kecuali mereka yang hadir pada saat dibacakan. Sampai sejauh ini kami tidak berhasil menemukan rekaman asli pidato tersebut. Mungkin pernah ada disimpan atau tersimpan, kemudian hilang ataupun dihilangkan ketika Orde Baru berkuasa selama 32 tahun.

•    Tokoh Utama: Berangkat dari kenyataan (pahit) inilah Tio Pakusadewo datang kepada Tino Saroengallo untuk membuat film yang tokoh utamanya adalah Isi Pidato yang diucapkan pada tanggal 1 Juni 29145. Isi pidato lengkap. Sebuah film dokumenter yang berlum pernah dibuat oleh orang lain.

•    Penyuguhan: Untuk memperkaya gambar yang akan disuguhkan kepada penonton, film ini akan dilengkapi dengan foto-foto, peta dan juga video terkait dengan isi pidato itu atau ujud nyata dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia yang tidak hanya tidak mencapai cita-cita yang dilontarkan Soekarno sebagai negara tetapi bahkan sebaliknya. Bertentangan dengan visi yang dibayangkan oleh para pendiri bangsa ketika Republik Indonesia dicanangkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

•   Judulpun menjadi “Pantja-sila: Cita-cita & Realita”

Jakarta, awal tahun 2016

Tino Saroengallo & Tio Pakusadewo
Casts
Tyo Pakusadewo – Ir. Soekarno
Jantra Suryaman – Ki Bagoes Hadikoesoemo
Wicaksono Wisnu Legowo – R. Abikoesno Tjokrosoejoso
Teuku Rifnu Wikana – M. Yamin
Verdi Soleiman – Liem Koen Hian

Line Producer
Abdul Manaf Alqadri

Finance
Icang Tisnamiharja

Production Coordinator
Marcella Eugenie

Unit Manager
Medina Effendi

Stenografi
Dian Setiyawati

Researcher
Aji N.K.A
Nina Masjhur

1st Asst. Director
Emil Heradi

2nd Asst. Director
Abdul Manaf

Director Of Photography
Yudi Datau

Camera Operator
Panji Laksmana

Asst. Camera
Iman Sugiman
Wahyudi Forestia

DIT
Galang Galih

Clapper
Abdul Mutalip

Script Continuity
Oim Joiko

Art Director
Budi Gareng

Construction Manager
Francis Lee

Set Builder
Anwar Miryawan
Dede Rusmana
Dodo Zhakrya
Eman Suherman
Herman Gojali
Irwan
Noor Salendik
Yeyep

Behind The Scene
Abdul Manaf
Panji Laksamana

Sound Recordist
Aufa R. Triangga

Boom Operator
Adji Utomo
Fahmi Rossy Abdillah
Irya Afdi

Gaffer
Suwito

Electrician
Baban Subendi
Dedi
Solekhan

Camera/Barracuda
Afrigo

Key Grip
Johansyah

Grip
Moch. Sidik

Dolly Team
Dido
Helmi

Teleprompter Operator
Asep Doni Atlantik

Teleprompter Boys
Bambang Surosu
Siswanto
Susilo

Make Up
Widi Rusnaeny
Ra Dita

Wardrobe
Marcella Eugene
Valen Heradi

Publicist/Premiere Team
Head of Team:
Leni Lolang
Adrianto Sinaga
Lenny Sumitra
Diane Deswati
Siti Anisah
Sandy Sofyan
Aries Wildani
Doris Alzohri

Film Book Team
Amrin Nugraha
Tino Saroengallo

Driver
Abdul Rosid
Ahmad Nawawi
Dido
Helmi
Isman Ejib

Catering
Ade Ramadhan
Dodi Setiawan

Supported by:
Dewan Kesenian Jakarta
Djarum Foundation

Thank you to:
Abduh Aziz
Aida Swenson
Aquarius Musikindo
Gary Hayes
Guruh Sukarno Putra
Handojo
Henny Saptatia
Maj. Moch. Said
Noorca M. Massardi
RM. A.B Kusuma
Robert A. Chappell
Tedjabayu Soedjojono
Totot Indarto
Wahyu Tumakaka
Yayasan Bung Karno

Stills & Video Footage
Aline Jusria
ANTARA TV
Arfan Sabran
Arsip Nasional Republik Indonesia
Fajar Sri Purwanti
Ferry Putra
Fredy Selanno
Gathot Subroto courtesy of BAB Publishing

Internet Resources
Jakarta Media Syndication
Pebri Rosmayati
Rudi Andri Syahputra
Suparyadi

SYZYGY Productions
Televisi Republik Indonesia
Yusuf Dzul Ikram Al Hamidy

Post Production

Post Production Producer
Novialita

Post Production Supervisor
Amrin Nugraha
Sentot Sahid

English Translation
Jeremy Allan

Offline Editor
Aline Jusria

Asst. to Editor
Muhamad Azis Fajri

Online Editor
Susanto Priyo

Offline Editing Studio
Rumah Kecil

Color Grading
Red Rooster

Post Production House
Red Rooster

Music Composer
Thoersi Argeswara

Sound Designer
Adityawan Susanto

Assistant Sound Designer
Luthfi Ginanjar

Studio Mixing
AuDIo PosT Jakarta, Indonesia

Songs
“Bangun Pemudi Pemuda”
Composer: A. Simanjuntak
Arrangement: Addie M.S.
Twilight Symphonie Orchestra

“Garuda Pancasila”
Composer: Sudharnoto
Guitar & Rearrangement:
Thoersi Argeswara

“Syukur”
Composer: M. Husein Mutahar
Arrangement: Team
Drum: Firdaus HK
Bass: Joody M. Poluan
Keyboard: Thoersi Argeswara
Guitar: Alpha de Fretes
Guitar: Finggo Daniel David Van Leun
Guitar: Sakti Simorangkir
Guitar: Warman Nasution
Guitar: Rama Satria Claproth
Operator Studio: Wanto
Mixing Engineer: Windy Setiadi
Studio: I Sound

Special Thanks To:
Anneke Gertruida Simorangkir
Yvonne Ligaya Simorangkir

Alumni Cradhha

Geppetto Productions & Jakarta Media Syndication 2016

© 2016. Jakarta Media Syndication & Geppetto Productions
URL: http://tinyurl.com/j7zapjh